REKOR JUMLAH KEBANGKRUTAN KARENA CORONA, SETENGAHNYA DI INDUSTRI JASA, TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Karena Berakhirnya “Pinjaman Nol-nol” Khusus Corona. Harga Menjadi Tinggi. Kekurangan Tenaga Kerja. Dan Lingkungan Bisnis Yang Keras Terus Berlanjut Untuk Perusahaan. Ketika Manajemen Bersandar. Pelanggaran Kepatuhan Meningkat. Menurut Teikoku Databank. Ada Peningkatan Jumlah Kasus Pelanggaran Kepatuhan Yang Terungkap Dan Berujung Pada Kebangkrutan.

CORONA

Teikoku Databank Menganalisis Kebangkrutan Perusahaan Yang Ditemukan Melakukan Pelanggaran Kepatuhan Seperti Window Dressing.

Pelanggaran Bisnis. Dan Penghindaran Pajak (Selanjutnya Disebut Kebangkrutan Karena Ketidakpatuhan) Selama Periode 18 Tahun Dari April 2005 Hingga Maret 2011. Menurut Perseroan. Akan Terjadi 300 Kebangkrutan Akibat Pelanggaran Kepatuhan Pada Tahun Fiskal 2022. Naik 147.1% Dari Tahun Sebelumnya. Ini Merupakan Angka Tertinggi Sejak Survei Dimulai Pada 2005. Setelah Mencapai Puncaknya Pada Tahun 2015 (289 Kasus). Kebangkrutan Pelanggaran Kepatuhan Mengalami Penurunan Secara Bertahap.

See also  CREDIT SUISSE UNTUK MENGUMPULKAN HINGGA 7 TRILIUN YEN DARI BANK SENTRAL

Mengenai Perubahan Tersebut. Teikoku Databank Mengatakan. “terutama Di Tahun 2020. Karena Berbagai Langkah Dukungan Terhadap Corona Menyebar Luas Di Kalangan Perusahaan. Tampaknya Kebangkrutan Perusahaan Akibat Pelanggaran Kepatuhan Menjadi Sulit Untuk Dimunculkan. Meningkat. Pelanggaran Kepatuhan Terungkap Dan Ada Kasus Hilangnya Kredibilitas.”

Selanjutnya. Melihat Kebangkrutan Pelanggaran Kepatuhan Oleh Industri Pada Tahun 2022. Jumlah Kebangkrutan Terbesar Akan Berada Di “Industri Jasa” Di 88. Terhitung Sekitar 30% (29.3%) Dari Total. Diikuti Oleh “Industri Konstruksi” ( 59/19.7%) Dan “transportasi/komunikasi” (54/18%).

Menurut Sub-kategori Industri. “Industri Kesejahteraan Lansia” Adalah Yang Paling Banyak Di “Industri Jasa” Dengan 35 Kasus. Diantaranya. Step Partner (Taito-ku. Tokyo. Bangkrut Pada Agustus 2010). Yang Mengembangkan Jenis Pelatihan Fungsional Day Service Dan Bisnis Waralaba Kebangkrutan Rantai Grup Melebihi 30 Kasus. Dalam “industri Transportasi/komunikasi”.

See also  10+ Cara Memulai Usaha Kuliner Yg Menjanjikan Dan Contoh Suksesnya

“Transportasi Barang” Menyumbang Hampir 70% (36/66.7%).

Menurut Jenis Pelanggaran. “Penggunaan Dana Yang Tidak Tepat” Adalah Yang Paling Umum (69 Kasus/23%). Diikuti Oleh “Penipuan” (62 Kasus/20.7%) Dan Pelanggaran Hukum Bisnis (61 Kasus/20.3%).

“window Dressing”. Yang Sempat Naik Daun Sebelum Krisis Corona. Menurun Sejak Fy2020 Karena Pengaruh Dukungan Finansial Yang Besar Selama Krisis Corona. Namun Ada Tanda-tanda Kenaikan Lagi. Dikatakan Bahwa Ada Banyak Kasus Di Mana Perlakuan Akuntansi Yang Tidak Tepat Menjadi Jelas Ketika Pelunasan Pinjaman Menjadi Sulit Dan Ketika Pinjaman Tambahan Diajukan Dari Lembaga Keuangan. Selain Itu. Jumlah Kebangkrutan Akibat “penerimaan Tidak Sah” Berbagai Subsidi Akibat Krisis Corona Meningkat Dua Kali Lipat Dari Tahun Sebelumnya.

See also  PENGALAMAN PERJALANAN VR (REALITAS VIRTUAL) UNTUK LANSIA DISELENGGARAKAN BERSAMA OLEH META DAN KOBE CITY

Melihat “window Dressing” Menurut Industri. “wholesale” (33.9%) Adalah Yang Paling Sering Terjadi. Dan Kasus Transaksi Fiktif Serta Tagihan Akomodasi Sangat Mencolok. 60% Dari “Pelanggaran Undang-undang Bisnis” Terjadi Di “Industri Transportasi/komunikasi”. Dan Banyak Perusahaan Dikenai Hukuman Administratif Karena Jam Kerja Yang Panjang.

Teikoku Databank Memperkirakan. “dalam Lingkungan Bisnis Yang Parah. Dapat Dibayangkan Bahwa Akan Ada Lebih Banyak Kasus Di Mana Perusahaan Telah Melakukan Atau Mulai Melakukan Pelanggaran Kepatuhan Untuk Bertahan Hidup.”

You May Also Like

About the Author: author