CREDIT SUISSE UNTUK MENGUMPULKAN HINGGA 7 TRILIUN YEN DARI BANK SENTRAL

Raksasa Keuangan Swiss Credit Suisse Mengumumkan Pada Tanggal 16 Bahwa Mereka Bermaksud Untuk Menggunakan Opsinya Untuk Meminjam Hingga 50 Miliar Franc Swiss (Sekitar 7.1 Triliun Yen) Dari Bank Nasional Swiss (Bank Sentral). Masalah Keuangan Credit Suisse Telah Mendorong Sahamnya Ke Rekor Terendah. Meningkatkan Kekhawatiran Tentang Likuiditasnya. Bank Nasional Swiss Sebelumnya Mengatakan.

CREDIT SUISSE

Siap Menyediakan Likuiditas Ke Credit Suisse “Jika Diperlukan” . Dia Juga Mengatakan Bahwa Credit Suisse Memenuhi Semua “persyaratan Modal Dan Likuiditas Untuk Bank Yang Penting Secara Sistemik.” Dalam Sebuah Pernyataan Senin. Credit Suisse Mengatakan Langkah Itu Merupakan “Peningkatan Proaktif Dan Likuiditas”. Pinjaman Akan Dilakukan Berdasarkan Fasilitas Pinjaman Tertanggung Dan Fasilitas Likuiditas Jangka Pendek Swiss National Bank. Ia Juga Mengatakan Akan Membeli Kembali Obligasi Senilai Chf3 Miliar ($4.3 Miliar) Dalam Denominasi Dolar Dan Euro Untuk Mengurangi Pembayaran Bunga.

See also  40% ANAK PEMILIK BISNIS BERNIAT MENGAMBIL ALIH BISNIS ALASAN NOMOR SATU ADALAH "BERBAKTI"

Ceo Ulrich Körner Mengatakan Dia Akan Terus Mengejar Transformasi Strategis Untuk Menjadi “Bank Yang Lebih Sederhana Dan Fokus Dengan Kebutuhan Pelanggan Sebagai Intinya”. “Tindakan Tegas Untuk Membuat Swiss Lebih Kuat.”

Saham Jatuh Pada Hari Jumat. Ditutup 24% Lebih Rendah Dari Hari Sebelumnya. Saham Bank Di Seluruh Dunia Telah Terpukul Keras Dalam Beberapa Hari Terakhir Karena Kekhawatiran Bahwa Keruntuhan Silicon Valley Bank (Svb) Dapat Meningkat Menjadi Krisis Yang Lebih Besar.

Dalam Kasus Credit Suisse. Banyak Sekali Masalah Bahkan Sebelum Svb Bangkrut. Kekhawatiran Likuiditas. Misalnya. Berasal Dari Lonjakan Penarikan Pelanggan Akhir Tahun Lalu. Dan Arus Keluar Sekarang “Stabil Pada Tingkat Yang Jauh Lebih Rendah Dari Sebelumnya. Tetapi Tidak Sepenuhnya Dapat Dibalikkan.” Tidak.” (Menyertai). Dilaporkan Juga Pada Tanggal 15 Bahwa Saudi National Bank. Pemegang Saham Terbesar. Mengindikasikan Niatnya Untuk Tidak Melakukan Investasi Tambahan Di Tengah Meningkatnya Kekhawatiran Tentang Kesehatan Keuangannya.

See also  GOOGLE 'AUDIO LM', AI YANG MENGGUBAH MUSIK, MERUPAKAN ANCAMAN BAGI MUSISI?

Credit Suisse Mengalami Serangkaian Skandal Dalam Beberapa Tahun Terakhir. Pada Hari Selasa. Ia Juga Mengatakan Memiliki “Kelemahan Substansial” Dalam Proses Pelaporan Keuangannya Yang Dapat Menyebabkan Salah Saji Hasil Keuangannya.

Pada Tahun 2021. Credit Suisse Membukukan Kerugian Sebesar $1.72 Miliar (Sekitar 223 Miliar Yen Dengan Nilai Tukar Saat Ini) Karena Kebangkrutan Greensill Capital. Yang Merupakan Rekanan Dari Dana Tersebut. Selain Itu. Hedge Fund As Arquegos Capital Runtuh. Mengakibatkan Kerugian Sebesar $5.5 Miliar (Sekitar 730 Miliar Yen). Pada Bulan Maret Tahun Lalu. Perusahaan Sedang Diselidiki Oleh Komite Pengawasan Dan Reformasi Dpr As Atas Penanganan Informasi Tentang Aset Yang Terkait Dengan Oligarki Rusia.

See also  ADMINISTRASI BIDEN DI AMERIKA MENYETUJUI PENGEMBANGAN MINYAK ALASKA

Hasil Keuangan Tahun 2022. Yang Diumumkan Bulan Lalu. Membukukan Kerugian Akhir Sekitar Chf7.3 Miliar ($10 Miliar). Defisit Terbesar Sejak Krisis Keuangan Tahun 2008.

You May Also Like

About the Author: author